Showing posts with label Tips dan Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Trik. Show all posts

Thursday, August 4, 2016

CARA MEMBUAT FOTO LEVITASI DENGAN KAMERA DSLR


sebenarnya untuk membuat foto levitasi sangatlah mudah, apalagi pencahayaan di sekitar cukup terang, nah kali ini MANZGRAPHY akan membagikan tips dan cara setting kamera untuk membuat foto levitasi tersebut. langkah langkanya adalah sebagai berikut:

Wednesday, February 17, 2016

CARA SELEKSI GAMBAR DENGAN QUICK MASK

Tutorial kali ini saya membuat artikel Cara Seleksi Gambar,sama sepertitutorial sebelumnya tapi kali ini saya akan menggunakan Quick Mask Mode.Seleksi Menggunakan Quick Mask adalah seleksi  yang sering digunakan dalam software photoshop untuk menyeleksi gambar atau foto.Mode Quick Mask memungkinkan kita menggunakan seluruh perangkat pada Photoshop untuk mengedit bingkai secara bebas.

Langsung ke TKP...

1.Buka file pada lembar kerja File > Open..,saya akan menggunakan gambar contoh kak Ve,

Saturday, February 13, 2016

CARA MENGINSTALL PICTURE CONTROL NIKON

Pada kamera sudah dilengkapi dengan Picture Control / Picture style namun kebanyakan para fotografer kurang puas  dengan Picture Control bawaan kamera, biasanya mereka menambahakan Picture Control sendiri baik yang sudah tersedia ataupun membuatnya secara Custom.

namun tidak semua orang mengerti atau tahu bagaimana cara memasang Picture Control tersebut.
dibawah ini saya aakan berbagi bagaimana cara memasang picture control tersebut.


1. masukkan SD card di komputer.

CARA MEMBERSIHKAN LENSA DAN SENSOR KAMERA DSLR

Permukaan lensa memiliki lapisan khusus yang didesain  untuk memaksimalkan saturasi warna, kontras dan mampu meminimalkan flare. Lapisan ini sangat sensitif dan dapat dengan mudah tergores. Karena sedemikian sensitif lapisan ini, kita perlu berhati-hati dalam membersihkan lensa bahkan dari hal-hal yang sangat sederhana. Untuk merawat dan membersihkan lensa Kita dapat membeli cleaner kit yang dijual secara umum dengan harga yang sangat terjangkau. Beda kotoran beda pula cara penanganannya.  Pembersihan yang kita lakukan pada bagian  interior harus sangat hati-hati dan bebas dari ancaman debu. Berikut adalah penjelasannya :

1. Debu

Ketika kita sering menggunakan lensa sudah pasti disana akan menempel debu, baik yang sangat lembut sampai debu yang kasat mata. Cara mengatasinya adalah dengan menyapu secara lembut menggunakan kuas khusus dalam paket cleaner kit. Atau menyemprotkan udara menggunakan blower atau lazim disebut air blower dan jangan menggunakan blower bertekanan tinggi/canned air. Jangan mengusap dengan kain karena justru bisa menggoresnya.

2. Noda Sidik Jari

noda sidik jariMembersihkan noda sidik jari memang sedikit sulit karena diperlukan perlakuan yang sangat lembut. Anda dapat menggunakan kain micro fiber atau tisu khusus lensa(sekali pakai) kemudian hembuskan nafas ke lensa dan sapu secara lembut. Menghembuskan nafas ke lensa berfungsi untuk sedikit memberikan uap agar lensa tidak kering saat diusap. Usapan dilakukan dengan gerakan memutar dari luar ke tengah. Apabila cara diatas belum berhasil kita bisa merendam kain dengan

Friday, February 12, 2016

PENTINGNYA BACKGROUND GAMBAR

Patung marmer yang ada di dalam foto adalah sebuah karya seni yang berasal dari abad ke 1. Foto yang sobat lihat tersebut menampilkan bagaimana patung tersebut dipamerkan, dan sebenarnya foto tersebut bisa dikatakan tidak buruk sama sekali, tetapi terlihat begitu membosakan bukan? Mengapa? Karena background tidak memiliki daya tarik sama sekali dan terkesan membosankan. 

CARA METERING PADA KAMERA DSLR

Matrix atau Evaluative Metering

Nikon menyebutnya sebagai mode matrix, sedangkan Canon menyebutnya sebagai mode evaluative. Cara kerjanya adalah kamera membagi seluruh obyek foto yang ada dalam viewfinder menjadi beberapa zona atau wilayah, kemudian masing-masing zona tadi diukur gelap terangnya. Kamera juga menekankan zona dimana anda meletakkan titik fokus sebagai zona yang penting, sehingga nilai gelap terang disini dianggap sebagai prioritas. Setelah semua informasi tadi terkumpul, kamera akan mencoba menentukan nilai eksposur yang pas.matrix-metering-kamera-dlsr
Selain itu, kamera DSLR juga membandingkan informasi gelap-terang diatas dengan data contoh pemotretan dalam bermacam situasi yang sudah dimasukkan ke dalam memory kamera oleh produsen untuk mementukan nilai eksposur yang menurutnya paling tepat. Mode matrix/evaluative biasanya digunakan pada hampir semua situasi pemotretan normal, paling akurat dalam kondisi sehari-hari dan paling sering digunakan. Jadi, sebelum anda menemukan situasi pemotretan yang kompleks dan sulit, pakailah mode ini.

Tuesday, December 22, 2015

Lensa Canon vs Lensa Nikon

Saat kita akan membeli kamera DSLR, sebaiknya pilihan merk DSLR mana yang akan dibeli perlu memperhitungkan pada kemudahan dan ketersediaan pilihan lensa nantinya. Maka itu produsen DSLR papan atas seperti Canon dan Nikon tetap jadi favorit fotografer, karena jajaran lensa yang dimilikinya amat lengkap. Betul kalau Pentax, Olympus, Sony (Minolta) juga punya koleksi lensa yang lengkap, namun kadang-kadang pemiliki DSLR juga tergoda untuk membeli lensa alternatif seperti Sigma/Tamron/Tokina dan nyatanya lensa alternatif seperti ini tidak banyak menyediakan pilihan lensa dengan mounting selain versi Canon atau Nikon. Belum lagi ketersediaan stok lensa di tanah air tampaknya lebih bersahabat untuk merk Canon dan Nikon saja.
Bermacam lensa DSLR
Bermacam lensa DSLR
Lensa kamera DSLR terbagi menjadi beberapa macam. Paling sederhana adalah dari jenisnya, yaitu lensa tetap (fix/prime) danlensa zoom (variabel rentang fokal). Lensa zoom juga akan terbagi dua, yaitu yang bukaannya konstan (fix f/2.8, fix f/4 dsb) atau yangbukaannya variabel (mengecil saat di zoom). Dari ukuran diameter lensa juga ada dua macam lensa DSLR, yaitu lensa untuk SLR film/DSLR full frame, dan lensa dengan diameter lebih kecil (untuk APS-C). Dari segi teknologi juga lensa terbagi dua, dengan motor fokus (dan mikro-chip) di dalam lensa dan tanpa motor fokus (lensa lama). Dengan banyaknya perbedaan ini, wajar kalau para fotografer pemula (seperti saya) menjadi kebingungan saat melihat lensa yang dijual di pasaran, apalagi harganya pun bisa bervariasi dari satu juta hingga puluhan juta.

Cara menilai kualitas lensa kamera DSLR

Banyak sekali mereka yang ingin tahu bagaimana caranya menilai kualitas lensa dari kamera DSLR. Hal ini memang wajar mengingat lensa yang berkualitas adalah jaminan hasil foto yang maksimal dan akan semakin penting bila foto yang anda hasilkan adalah untuk dikomersilkan. Bila anda memulai dunia DSLR dengan kamera plus lensa kit, bisa jadi anda merasa penasaran untuk mencari lensa lain yang kualitasnya lebih baik. Masalahnya, ternyata bukan hal yang mudah untuk mendapatkan lensa yang kita idamkan. Begitu banyak pilihan, ditambah berbagai istilah yang membingungkan, hingga deviasi harga yang sangat lebar, membuat niat mencari lensa idaman bisa menjadi ciut. Tapi jangan kuatir, kami hadirkan artikel ini untuk membantu anda mengenali cara untuk menilai kualitas lensa.
Teknologi digital dalam fotografi membuahkan generasi kamera baru dengan sensor beresolusi tinggi. Saat ini kamera dengan resolusi sensor 10 juta piksel pun bisa dianggap ketinggalan jaman, bahkan peningkatan resolusi di kamera DSLR khususnya jenis sensor full-frame sudah mendekati resolusi sensor kamera medium format dengan resolusi diatas 20 juta piksel. Dibutuhkan lensa yang mampu mengimbangi tingginya resolusi sensor sehingga syarat utama lensa berkualitas adalah ketajaman lensa. Di atas kertas, di lab pengujian, kita mengenal adanya MTF chart alias grafik kontras dan ketajaman lensa menurut versi si produsen. Penjelasan yang rumit mengenai MTF ini bakal membuat kening kita berkerut sehingga kita sederhanakan saja bahwa grafik MTF dibuat untuk mewakili karakter optik lensa secara umum dan lensa yang tajam semakin diperlukan untuk mengimbangi tingginya resolusi kamera digital masa kini.
Contoh pengujian lensa (credit : bobatkins.com)

Memilih lensa sesuai ukuran sensor DSLR

Kamera DSLR yang biasa kita pakai umumnya memakai sensor ukuran APS-C atau yang lebih kecil dari sensor ukuran full frame 35mm. Sensor APS-C akan membawa dampak adanya crop factorterhadap lensa yang dipasang, sehingga rentang fokal lensa akan 1.5 kali lebih panjang.  Awalnya di era SLR film, setiap fokal lensa akan memberikan fokal aktual yang apa-adanya. Sebuah lensa 50mm akan memberikan perspektif dan sudut gambar yang memang seperti yang semestinya sebuah lensa 50mm. Dengan era digital yang menggunakan sensor APS-C, maka ada penyesuaian dimana setiap lensa yang dipasang akan mengalami koreksi 1.5x sehingga lensa 50mm akan jadi ekuivalen 85mm. Alhasil di APS-C, lensa wide tidak lagi terlalu wide, dan lensa tele akan jadi semakin tele.
crop factorMengapa bisa terjadi demikian, jawabannya sederhana, karena sensor APS-C ukurannya lebih kecil dari sensor full frame, sehingga bidang gambar yang dicakup juga lebih kecil. Untuk itu produsen lensa juga berpikir, kenapa tidak membuat lensa yang sesuai dengan sensor APS-C saja? Akhirnya saat ini sudah banyak diproduksi lensa khusus sensor APS-C, seperti lensa EF-S (Canon), lensa DX (Nikon) dan juga buatan produsen lensa lain seperti dari Tamron, Sigma atau Tokina. Lensa-lensa ini bentuknya lebih kecil, dengan diameter bidang gambar yang lebih kecil (disesuaikan dengan ukuran sensor) dan tidak cocok untuk dipasang di DSLR full frame.

Lensa-lensa favorit para fotografer

Dalam dunia fotografi serius baik sistem DSLR ataupun CSC (Compact System Camera) aliasmirrorless, begitu banyak ditemui pilihan lensa yang tersedia. Banyak pilihan berarti mempermudah fotografer untuk mendapat hasil foto sesuai yang diinginkan. Bagi pemula, banyak pilihan justru bingung mau beli lensa yang mana. Ada baiknya kita meninjau lensa-lensa favorit fotografer, siapa tahu beberapa diantaranya membuat anda tertarik. Disini kami tidak menyebut merk, tapi hanya fokal lensa (eq. 35mm) dan bukaannya. Kalau perlu contoh barulah kami tulis merk-nya. Ada baiknya anda membaca artikel lama kami tentang memilih lensa yang sesuai ukuran sensor, seandainya anda bingung mengenai padanan lensa full frame dengan APS-C yang kerap disebut di tulisan kali ini.

Lensa fix

Lensa jenis fix, atau prime, tidak bisa di zoom, disukai banyak fotografer karena hasil foto yang baik. Beberapa lensa fix juga disukai karena ukurannya kecil dan murah. Lensa fix juga bisa jadi sangat mahal dan besar tergantung fokal lensanya.
Lensa 50mm
zeiss-loxia-50mm-f2

mengatur setting kamera untuk memotret di kondisi yang sulit

tapi kan kita tidak punya kendali atas setting tersebut dan juga kita tidak pernah belajar darinya. Pada akhirnya kita bisa jadi tidak puas dengan hasilnya. Boleh dibilang mode AUTO itu lebih cocok dipakai dalam kondisi yang ideal saja, seperti cukup cahaya, bendanya tidak bergerak dan momennya tidak berlalu dengan cepat. Namun saat kondisi menjadi lebih sulit, pencahayaan menantang, warna sumber cahaya yang tidak mudah, subyek terus bergerak, kita tidak bisa lagi mengandalkan mode AUTO di kamera. Kali ini kami akan berbagi banyak tips penting untuk menghadapi bermacam kondisi sulit, tentunya dengan menjelaskan setting apa yang harus dipilih. Ada baiknya setelah dibaca, anda juga praktekkan untuk lebih memahami dan bisa membuktikan sendiri. Ayo mulai..

Kondisi 1 : cahaya berubah-ubah

Misal : saat memotret konser dengan lampu sorot dan lampu latar (LED) yang terus berubah

Kesalahan yang dilakukan pemula saat memotret

Seringkali ada pembaca yang menuliskan komentar di situs ini menyatakan bahwa dirinya adalah fotografer pemula yang bertanya mengenai kamera apa yang cocok untuknya. Mungkin istilah pemula (dari asal kata : mula / awal / beginner) dalam fotografi bisa dikaitkan dengan fotografer amatir / amateur, atau non profesional / non komersil dan bisa juga pemula diidentikkan dengan mereka yang sedang belajar (teori dan praktek) fotografi. Inipun belum termasuk mereka (yang bisa disebut pemula) yang membeli kamera hanya sekedar untuk urusan dokumentasi keluarga dan tidak mau dipusingkan soal istilah-istilah fotografi. Tulisan kali ini ditujukan untuk sekedar sharingpengalaman seputar aneka kesalahan yang biasa dilakukan oleh fotografer pemula.
Melatih skill bersama komunitas fotografi

Tips memotret saat low light

Banyak Yang penasaran bagaimana Cara Terbaik untuk review memotret Saat  cahaya rendah   alias Kondisi minim cahaya. Hal Suami Selalu Menjadi Topik Yang menarik KARENA Banyak Yang Kecewa Saat melihat foto Yang dibuatnya Tampak  blur   ATAU Malah suara Parah sehingga dinikmati tak layak. Kondisi cahaya rendah Sendiri ditemukan PADA Banyak Tempat Dan Waktu seperti di hearts Ruang, dan DI sakit hari terutama Saat Menjelang senja. Low light Bukan Berarti Gelap, KARENA Saat Gelap mata Andari TIDAK Bisa Melihat hal APA pun (demikian JUGA DENGAN kamera Andari). Cahaya rendah ITU Adalah Saat mata kitd masih bisa Melihat hal obyek DENGAN Baik (DENGAN pencahayaan Yang ADA) namun Intensitas cahayanya Terlalu Rendah untuk review kamera Bisa menggunakan kecepatan Tinggi.      
Jadi kuncinya disini Adalah kamera Perlu Waktu Yang Cukup untuk review get eksposur Yang Tepat Saat rendah cahaya. Waktu Yang diperlukan Bervariasi tergantung Intensitas cahaya Yang ADA, Bisa 1/20 detik bahkan Bisa Sampai 1 detik. Inilah kecepatan rana Nilai Yang rentan Terhadap goyangan Yang Berpotensi MEMBUAT foto Andari blur. Maka Inilah ITU kiat Kami Saat Menghadapi Kondisi cahaya Rendah:    

Monday, December 21, 2015

Teknik Fotografi Bokeh

Meskipun lensa zoom pada saat ini sedang jaya-jayanya, lensa prime pun terus menikmati popularitas yang sudah mengakar secara dalam. Meskipun memiliki focal length tetap, lensa prima membanggakan kualitasnya yang mengatasi kerugian ini, yang sebagian di antaranya adalah "efek bokeh", "gambar bebas goyangan" dan "penggambaran yang tajam". Berikut ini, saya akan memfokuskan pada "efek bokeh" lensa prima, dan menjelaskan teknik-teknik tentang bagaimana teknik ini digunakan untuk menangkap potret, genre populer dalam fotografi. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

PICTURE STYLE NIKON & CANON Custom: Link Download Gratis!

Foto Portrait with Picture Style Nikon Fuji Velvia
Foto Portrait with Picture Style Nikon Fuji Velvia
Karena banyaknya kawan-kawan yang nanya soal CUSTOM PICTURE STYLE kepada saya, berikut saya berikan link-link downloadnya. Link ini bisa di download secara gratis. Custom PC ini ada yang untuk Nikon maupun Canon.
Silahkan sedot sepuasnya.

Sunday, December 20, 2015

TIPS FOTO POTRAIT

pose untuk portrait Tanpa mengetahui trik yang baik dari para professional kita akan sulit mendapatkan foto portrait(wajah) yang menarik. Mungkin kita akan mencoba berbagai sudut pengambilan, pengaturan posisi tubuh, serta pencahayaan untuk mendapatkan gambar yang baik. Memahami trik pose untuk fotografi portrait akan jauh mempermudah kita mendapatkan gambar yang kita inginkan. Berikut adalah tips dari para fotografer professional :

– hindari memotret wajah lurus dari arah depan

Memotret wajah lurus dari depan hanya akan membuat wajah nampak lebih gemuk. cobalah untuk sedikit menoleh ke kiri atau kanan, miringkan wajah atau sedikit menunduk juga bisa menjadi variasi yang tidak membosankan. Memotret wajah dari sebelah kiri/kanan dengan hanya menampakkan 1 daun telinga akan membuat bayangan disekitar tulang pipi dan hidung yang sangat ideal.

FOTO MACRO DENGAN LENSA KIT ATAU TANPA LENSA MACRO

Apakah sekarang kamu sedang menggebu-gebu untuk bikin foto macro, tapi belum ada budget untuk membeli lensanya? Jangan kuatir, ada trik murah meriah untuk macrography, tapi sekaligus juga butuh nyali besar.
Umumnya, ukuran lensa macro berbeda berdasarkan kebutuhannya:
  • 45-65mm digunakan untuk makro pada benda-benda kecil yang bisa didekati tanpa membuatnya bergerak
  • 90-105mm untuk serangga, bunga, dan benda-benda kecil lain yang membutuhkan jarak yang cukup nyaman untuk didekati
  • 150-200mm untuk memotret serangga atau binatang-binatang kecil lain yang hanya bisa difoto dari jarak jauh
Selain menggunakan dedicated lens, ada beberapa peralatan yang juga bisa digunakan untuk macrography; extension tube dan bellow yang fungsinya memberi jarak antara sensor/film dengan lensa. Semakin jauh lensa dari sensor, semakin dekat jarak fokusnya yang berarti pembesaran yang makin tinggi. Ada juga close-up lens (atau close-up filter) yang bisa dipasang di depan lensa, seperti umumnya filter, tapi bekerja seperti kaca pembesar. Alat-alat ini adalah cara yang juga tidak terlalu mahal, aman untuk kamera, dan bisa menghasilkan foto macro yang bagus.
Tapi, pada post ini, saya akan menjelaskan trik yang gratis, sedikit ekstrim, tapi bisa dilakukan dengan lensa apapun yang kamu punya saat ini, namanya “reversed lens” atau “lensa terbalik”. Mungkin ada yang sudah pernah dengar atau bahkan mencobanya. Tahukah kamu, bahwa sebenarnya semua lensa adalah lensa macro? Ya, kalau dibalik. Penjelasan teknisnya akan panjang, jadi saya akan langsung saja pada prakteknya.
fotonela8
  1. Pertama, pindahkan kamera ke setting manual, lalu lepas lensa. Kenapa harus manual, karena setting lain akan mendeteksi bahwa lensa tidak terpasang dan shutter button tidak akan bekerja. Inilah bagian yang mungkin terdengar “mengerikan” untuk beberapa pemula karena harus membongkar kamera dan melihat sensor terekspos. Kalau kamu belum siap, jangan lakukan. Dan kalau sudah, pastikan kamu melepas lensa di tempat yang bebas debu dan angin.

TIPS FOTO LANDSCAPE

Ada beberapa pertanyaan yang sering saya terima "kok fotonya bisa bagus?"
Bukan bermaksud untuk menyombongkan skill fotografi saya yang masih dangkal ini, saya juga masih dalam tahap belajar dan mencoba coba banyak ilmu baru
Tapi dari pengalaman ada beberapa tips yang selama ini saya pergunakan sebagai pedoman untuk menghasilkan foto (yg dibilang) bagus itu

Thursday, December 17, 2015

Tips Foto Zoom Blur atau Zoom Burst

Foto zoom meledak ATAU Adalah zoom blur foto yang dihasilkan Dari Efek Yang sebenarnya Cukup simpel. Cukup cincin memutar zoom Yang ADA di Lensa Sambil layar mengambil, Maka kitd akan memperoleh foto inisial. PADA foto zoom blur / meledak Muncul Garis-Garis blur Yang MEMBUAT subyek serasa Ponsel. Saat Dipakai hearts situasi Yang Tepat, TEKNIK Suami Bisa MEMBUAT Kondisi Dan subyek yang biasa-biasa Yang Saja Menjadi Istimewa.

kiat-foto-zoom-blur

Apa Saja Yang Dibutuhkan

Tuesday, December 15, 2015

ISTILAH ISTILAH DALAM FOTOGRAFI

Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia fotografi pasti mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dalam fotografi. Buat saya dan teman-teman lain yang masih pemula tentunya sangat perlu mengetahui istilah-istilah ini untuk menunjang hobby fotografi yang saya dan teman-teman newbie lain miliki. Saya sudah mengumpulkan daftar istilah yang sering digunakan dalam fotografi dimulai dari A sampai Z.
Berikut ini adalah daftar istilah dalam fotografi:

A
  • A: Auto, yaitu simbol untuk pilihan fasilitas otomatis. Bila selector diputar ke posisi auto maka bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis.
  • AF: Auto Focus, yaitu cara kerja kamera yang fokus otomatis tanpa mengharuskan user memutar sendiri penemu fokus (jarak).
  • AL servo AF: saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Biasanya digunakan untuk pemotretan kegiatan olahraga.
  • Angle of view: sudut pemotretan.
  • Aperture diafragma: lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.
  • Artificial light: cahaya yang sengaja dibuat manusia untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.
  • ASA: American Standar Assosiation. Yaitu standar kepekaan film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika.
  • Auto Program diprogram Auto (P): fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed (kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.
B
  • Back light: Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang datang dari belakang objek. Efek cahaya ini bisa merugikan fotografer sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.
  • Bayonet: Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.
  • Birds eye view: Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.
  • Blitz: Lampu kilat atau flashgun. Alat ini adalah cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan.
  • Blur: Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma.
  • Bottom light: Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut 'base light'. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.
  • Bounce Flash: Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat).
  • Bracketing: Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).
  • Built-in diopter: Pengatur dioptri (lensa plus atau minus) yang sudah terpasang pada Pembidik kamera. Biasanya digunakan oleh fotografer berkacamata.
C
  • C: Continuous, Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (biasanya 3 frame per detik).
  • Candid camera: foto atau potret yang dibuat dengan cara sembunyi-sembunyi.
  • CCD: Charge Couple Device, yaitu chip pengganti filmyang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra)
  • Center of focus: pusat perhatian. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest.
  • Center weight: pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.
  • Coating: pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa. Berfungsi untuk menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya jamur.
  • Cold tone: warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.
  • Color balance: keseimbangan warna.
  • Continuous light: lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus (berulang-ulang).
  • Contrast: kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi, kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.
D
  • Density: densitas atau kepekatan dalam fotografi. Semakin pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.
  • Depth: kedalaman, yaitu efek dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman.
  • Diaphragm: diafragma, yaitu lubang pada lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan.
  • Distortion: distorsi atau penyimpangan bentuk. Biasanya terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar.
F
  • Fill in Flash: Lampu kilat pengisi. Dalam kondisi pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat
  • Film: Media untuk merekam gambar.
  • Film Frame Counter: Penghitung jumlah bingkai film. Pendeteksi numerik yang menunjukkan jumlah film yang sudah terpakai.
  • Film transparency: Slide warna atau color reversal film, yaitu film positif yang biasa digunakan untuk keperluan iklan, pers, dll.
  • Filter: Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang tembus cahaya) yang dipasang pada ujung tabung lensa.
  • Fix Lens: Lensa fix, yaitu lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal, sudut pandangnya tetap.
  • Flash: Lampu kilat, yaitu jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan.
  • Flash exposure compensation: Kompensasi pencahayaan lampu kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.
  • Focus ring: Titik api atau pertemuan berkas sinar / cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.
  • FPS: Singkatan dari frame persecond, yaitu satuan pengambilan gambar dalam gambar per detik.
G
  • GN: Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma.
H
  • High angle: pandangan tinggi. Artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.
  • High-Key photo: sebutan untuk suatu foto yang didominasi nuansa putih.
  • High light: bagian-bagian yang terang pada sebuah foto karena pantulan sinar.
  • Honeycomb: Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti sarang tawon.
  • Hot shoe: sepatu panas. Terdapat pada bagian atas kamera, berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik.
I
  • Image: gambar yang terbentuk pada film atau pada tirai pengamat.
  • Incident light metering: Pengukuran cahaya jatuh, yaitu mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.
  • Infinity: jarak tak terhingga dengan tanda pada skala jarak.
  • Infrared: inframerah, yaitu sinar merah diluar spektrum.
  • ISO: singkatan dari international standart organization.
J
  • JIS: singkatan dari japan industrial standart, yaitu ukuran kepekaan film, seperti asa digunakan di Jepang.
L
  • Lens: Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata.
  • Lens Hood: Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal.
  • Light contrast: Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya.
  • Light meter: Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.
  • Long Shot: Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu.
  • Low angle: Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam pemotretan dengan posisi pemotret lebih rendah dari objek pemotretan. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya.
  • LT: Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih.
M
  • Macro: Makro, saran untuk pemotretan jarak dekat. Makro akan menghasilkan rekaman objek (pada film) yang sama besar dengan objek aslinya (1: 1).
  • Macro Lens: Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek).
  • Pembesaran: pembesaran. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek.
  • Main light: Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek.
  • Medium shoot: Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari.
  • Metering: Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi dalam 3 kategori: center weight, evaluative / matrix dan spot
  • Metering center weight: Pola pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar
  • Metering matrix: Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu
  • Metering spot: Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat.
  • MF: singkatan dari manual focus, yaitu cara penajaman atau pemfokusan yang dilakukan secara manual.
  • Microphotography: yang menggunakan film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop.
  • Monopod: saran atau penyangga kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut "unipod"
N
  • ND Filter: Filter ND, yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali.
  • Nebula Filter: Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi.
  • Normal lens: Lensa berukuran normal berfokus panjang, 50 mm atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia.
O
  • Optical Sharpness: ketajaman optis, yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.
  • Optik: berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dll)
  • Overexposure: kelebihan pencahayaan. Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total.
  • Overhead lighting: sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.
  • Override: Penyimpangan dari pengaturan otomatis.
P
  • Polarizing Color Filter: Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.
  • Polarizing Conversion Filter: Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B).
  • Polarizing Fider Filter: Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu.
  • Polarizing Circular Filter: Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter.
  • Polarizing Filter: Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap.
  • Pop Up Flash: Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.
R
  • Rana: Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan.
  • Rana Celah: Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera.
  • Rana Pusat: Rana yang terletak pada lensa, berdampingan dengan diafragma.
  • Rembrandt Lighting: Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat.
  • Remote: Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel.
  • Resolution: Daya pisah. Suatu sifat lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar sesudah film dikembangkan (diproses).
  • Retouch: Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada saat ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.
  • Reverse Adapter: Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek.
S
  • Second Curtain Sync: Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.
  • Self adjusting: Penyesuaian (diri).
  • Self Timer: Penangguh waktu. Sebuah tuas yang digunakan untuk kebutuhan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan.
  • Sepia Toner: Pewarna coklat / sawo.
  • Sequence: sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.
  • Sharpness: Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik.
  • Side Lighting: Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri - 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera.
  • Single Lens Reflect: Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan prisma.
  • Single Point Reading: Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.
  • Slave Unit: Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.
  • Small Format Camera: Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan.
  • Snapshoot: Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu.
  • Snoot: Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio.
  • Soft Focus Len: Lensa yang berdaya lukis lembut.
  • Sonar Autofocus: Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar - dari kamera ke objek kembali ke kamera.
  • Special Effect: Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.
  • Spectrum: Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.
  • Speedlight: Lampu-kilat yang memiliki kecepatan menyala tinggi atau cepat.
  • Speedo Solarisasi: Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).
  • Stereo Camera: Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus.
  • Still Life: Berarti lukisan atau pemotretan benda mati. Yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.
  • Subtractive: Sistem penyusunan Balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.
  • Super Wide Lens: Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll.
T
  • Table-Stand: Kaki tiga (tripod) kecil. Rekomendasi kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.
  • Texture: Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan, merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan "rasa" seperti halus, kasar, mengkilat, dll.
  • Tele Converter: Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang.
  • Tele Lens: Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek.
  • Test Strip: Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.
  • Tilt Head: Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan wajah cahaya yang keluar dari lampu-kilat.
  • Timer Switch: Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.
  • Top Light: Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto.
  • Transparan: Tembus pandang adalah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.
  • Translusen: Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.
  • Transparancy: Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.
  • Tripod: Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat diperpanjang dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas).
  • Tripod Socket: Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.
  • Through the Lens Metering: Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film Metering).
  • Tungsten Film: Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami.
  • Twin Lens Reflex: Refleks Lensa Twin. Kamera yang memiliki dua lensa.
V
  • Vario Focal Lens: Lensa zoom. Lensa yang memiliki panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser.
  • Vario Lens: Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah.
  • Vertical Grip: Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.
  • View Camera: Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam.
  • View Finder: Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.
W
  • Waist Level Finder: Pembidik sebatas pinggang.
  • Warm Tone: Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.
  • Watt / Second (W / S): Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN.
  • Wide Angle Lens: Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang.
  • Wide Shoot: Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen.
  • Wireless TTL: Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.
  • Worm Eye: Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah.
Z
  • Zone System: Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.
  • Zoom Lens: Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi.
  • Zoom Blur: Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.
  • Zooming Ring: Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.
Wah lumayan panjang juga daftarnya. Mungkin saya dan Anda tidak akan bisa menghapal semua istilah ini dalam waktu yang singkat, tapi paling tidak daftar istilah dalam fotografi yang saya buat bisa sedikit membantu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca, dan terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. :)